Minggu, 20 Februari 2022

Minuman Dingin Kemasan

 Minuman Dingin Kemasan Pelepas Dahaga yang Membara

Teriknya matahari di Kota Pangkalpinang sekarang ini, tidak mampu untuk kita menahan dahaga yang membara di tenggorokan. Terkadang kita sering mengkonsumsi es yang begitu dingin untuk melepas dahaga. Terkadang semisal rajin banyak orang yang mencoba kreasi membuat aneka minuman dingin, apalagi di zaman sekarang yang dilanda pandemi yang mengharuskan kita berdiam di rumah.

Tetapi terkadang banyak orang yang ingin kulineran pinggir jalan. Banyak minuman ringan dan jenis minuman dingin lainnya yang di jual di pinggir jalan, misalnya minuman botol kemasan yang paling simple dan yang paling mudah dijumpai. Misalkan contoh, anak-anak muda sedang jalan santai sore di Taman Sari. Teriknya matahari membuat segerombolan anak itu merasa dahaga yang menyengat di tenggorokan, sehingga membuat mereka harus mencari minuman dingin kemasan di sekitar pinggir jalan Taman Sari.

Minuman dingin memang menggugah selera pada saat terik matahari menyengat. Tetapi, tidak memungkinkan jika minuman-minuman yang di jual di pinggir jalan sehat buat kita konsumsi. Untuk itu, perlu dikurangi minum-minuman yang dijual di pinggir jalan terutama minuman kemasan.

Minggu, 13 Februari 2022

Agrowisata menarik di Pangkalpinang

Destinasi Wisata Bangka Botanical Garden




Apa itu Bangka Botanical Garden?

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu wilayah kaya akan destinasi pantai. Tidak hanya kaya akan destinasi pantai, tetapi juga agrowisata. Seperti di Pulau Bangka, tepatnya di Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat satu destinasi eksotik bernama Bangka Botanical Garden (BBG). Bangka Botanical Garden (BBG) berjarak sekitar 14 km dari pusat Kota Pangkalpinang dan sekitar 7 km dari Bandara Depati Amir Bangka.

Bangka Botanical Garden (BBG) merupakan lahan pengembangan holtikultura, peternakan, penyediaan bibit dan pakan ternak. Tempat ini dulunya merupakan tambang timah dan lahan kritis berupa lahan gambut dan berpasir. Destinasi ini kemudian menjadi percontohan yang dilakukan pihak swasta dalam mengelola dan menciptakan ekosistem baru. 

Hasilnya, Bangka Botanical Garden telah berubah menjadi lahan subur dengan berbagai jenis tanaman, tambak budidaya jenis ikan air tawar dan peternakan sapi perah dan potong. 

Wisatawan yang berkunjung ke Bangka Botanical Garden (BBG) akan dimanjakan dengan udara yang sejuk dan teduh. 

Selain itu, wisatawan juga bisa belajar mengenai usaha pertanian, peternakan, serta perikanan terpadu dengan cara organik di ruang hijau seluas 300 hektare, yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu adanya deretan cemara serta 14 kolam ikan berbagai jenis; mulai ikan mas, ikan nila, ikan kakap putih, dan ikan patin. 


 


Hal Yang Bisa Dilakukan di Bangka Botanical Garden?

Bangka Botanical Garden memang sangat menarik dikunjungi. Terbukti BBG bahkan telah menarik perhatian Menteri Kehutanan MS Kaban dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil kala itu, untuk mengunjunginya. Objek wisata yang satu ini juga telah menarik kunjungan dari 10 walikota di Indonesia, duta besar Indonesia untuk negara sahabat, serta sejumlah pakar dari Belanda dan Taiwan.

Deretan cemara menuju rumah panggung yang multifungsi, akan menyambut kedatangan wisatawan yang berkunjung ke kawasan BBG. Bangka Botanical Garden juga memiliki 14 kolam ikan berbagai jenis mulai ikan mas, nila, kakap putih, dan patin.

Ikan-ikan tersebut tumbuh subur berkat kotoran sapi dan air seninya diolah menjadi pupuk organik. Di samping itu, wisatawan juga bisa melihat perkebunan buah naga, serta perkebunan tanaman lain yang ragamnya begitu banyak, termasuk aneka sayur mayur. Selain aneka tanaman, di BBG juga ada peternakan sapi yang jumlahnya banyak sekali. BBG kini memiliki sekitar 250 ekor sapi yang terdiri dari sapi pedaging, sapi perah, dan sapi Bali. Sebelum jumlah sapi mencapai 1.000, BBG tidak akan memotong seekorpun untuk konsumsi. Sebagian besar sapi nantinya akan dilepas di lapangan hijau berpagar area wisata.

Bagi yang memiliki hobi memancing pun bisa menyalurkannya pada sebuah kolam. Di sana, wisatawan bisa menyewa sebuah pondok yang nantinya bisa digunakan untuk menikmati ikan hasil pancingan tadi. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati sensasi menunggang kuda serta dapat memetik aneka buah dan sayuran langsung dari kebunnya.


Selain menjadi tempat rekreasi, Bangka Botanical Garden juga sering digunakan sebagai tempat Pre Wedding maupun tempat berfoto bagi anak-anak muda yang merayakan kelulusan. Pengunjung juga bisa bersantai di rumah panggung atau kafe-kafe yang menyediakan susu segar dan beragam makanan.


sumber: https://www.ibisnis.com/bangka-botanical-garden


 

 

Sabtu, 05 Februari 2022

Idol Tak Harus Mengikuti Standar Kecantikan Korsel




Standar kecantikan dari Korea Selatan telah memainkan peran penting dalam mengubah cara wanita memandang kecantikan. Dengan meningkatnya popularitas artis Korean Pop (K-Pop), semakin sulit untuk mengabaikan bagaimana sisi gelap bisnis dan kelanggengan budaya penggemar yang beracun telah berdampak negatif pada artis yang menguasai industri.


Korea Selatan terkenal dengan standar kecantikannya yang tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh prevalensi penampilan dan keistimewaan cantik di masyarakatnya. Maka dari itu, saat merekrut para K-pop idol, mereka yang dianggap lebih cantik menurut standar kecantikan lebih mungkin untuk dipekerjakan.


Industri hiburan K-Pop memandang seseorang ‘cantik’ bila memiliki tubuh ramping, wajah kecil, rahang berbentuk V, bibir kecil, kulit pucat, kulit cerah, dan mata besar. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila K-pop idol mendapat banyak tekanan untuk mempertahankan citra yang sempurna agar dapat terus menarik penggemar.


Penekanan berat pada penampilan fisik dalam masyarakat Korea Selatan telah memengaruhi cara pandang orang dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, mereka yang dianggap ‘cantik’ atau ‘tampan’ secara konvensional dapat mengakses peluang yang lebih baik, terutama dalam hal pekerjaan. Dalam banyak kasus, penampilan fisik lebih penting daripada latar belakang pendidikan atau kualifikasi seorang calon. Dengan demikian, sebagian besar penduduk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menyempurnakan ciri fisiknya.


Dilansir dari demontattler.com, Korea Selatan dianggap sebagai “ibu kota operasi plastik dunia” karena telah melakukan operasi plastik terbanyak sejak 2009. Dengan lebih dari 980.000 operasi yang tercatat pada 2014.


Na Jinkyung, seorang profesor psikologi yang mengkhususkan diri dalam membandingkan budaya Timur dan Barat, pernah mengatakan bahwa standar kecantikan tersebut dinilai tidak realistis oleh masyarakat luar. Akan tetapi, standar sosial ini diterima secara luas dalam hal kecantikan di Korea Selatan. Menurut Na, kolektivisme inheren (berhubungan erat atau melekat) yang dimiliki masyarakat Korea Selatan adalah salah satu faktor yang mendasari standar kecantikan ini.


“Orang Korea Selatan akan memilih untuk mengubah diri mereka sendiri, seperti melalui operasi, yang kami sebut sebagai kontrol sekunder agar sesuai dengan lingkungan mereka. Orang Korea Selatan memperoleh harga diri dari penerimaan orang lain, berbeda dengan fokus Barat pada menciptakan harga diri sendiri,” jelas Na.


Namun, saat K-pop menjadi semakin populer di Barat, perusahaan hiburan melepaskan standar kecantikan yang ketat karena penonton Barat lebih terbuka untuk merangkul berbagai penampilan. Beberapa K-pop idol sudah mulai berani melanggar standar kecantikan dengan caranya sendiri dan menunjukkan bahwa semua jenis kecantikan harus dirangkul. Hal ini secara positif akan memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka serta menginspirasi penggemar untuk lebih terlibat dalam mencintai diri sendiri


Seperti beberapa idola K-pop ini tidak mengikuti standar kecantikan kuno dan terlihat lebih cantik dengan fitur unik mereka dan dengan basis penggemar, tumbuh dalam jutaan. Meski mungkin terlihat berbeda karena mengikuti standar kecantikan ingat seperti kata Kim Namjoon, leader grup BTS, “Bahkan jika kamu tidak sempurna, kamu adalah edisi terbatas." 


Melansir laman Times of India, berikut ini beberapa idola K-Pop dengan fitur kecantikan yang unik


1. Jennie Kim

Jennie Kim, anggota girl grup Korea Selatan yang terkenal di dunia 'Blackpink' melanggar standar kecantikan wajah V-line dengan wajah bulat, pipi tembem, dan dagu pendek, membuatnya terlihat jauh lebih muda dari usia biologisnya. Jennie Blackpink bisa tampil fierce dalam video musiknya tetapi juga bisa sama menggemaskannya dengan lesung pipinya.


2. Hwasa

Ahn Hye-jin, dikenal secara profesional dengan nama panggungnya Hwasa adalah anggota dari girl grup Korea Selatan 'Mamamoo'. Dia mematahkan stereotip kulit putih porselen dengan cokelat khas Asianya. “Jika saya tidak cocok dengan standar kecantikan hari ini, saya akan menjadi standar baru dan berbeda”, kata Hwasa Mamamoo dalam salah satu konsernya.


3. Joy Red Velvet

Park Soo-young, yang dikenal dengan nama panggungnya Joy, adalah anggota dari girl grup Korea Selatan 'Red Velvet' dan juga telah membintangi banyak drama televisi Korea. Joy Red Velvet mendobrak standar kecantikan celah paha dengan kakinya yang panjang tapi sedikit gemuk. Tidak ada celah paha di antara pahanya tetapi dia memberikan citra yang sangat dinamis, modis, dan sehat kepada para penggemarnya yang lebih muda.


4. Yeji

Hwang Yeji, anggota/pemimpin girl grup Korea Selatan 'Itzy' melanggar standar kecantikan menggelikan dari kelopak mata ganda dengan monolidnya yang tajam dan ekor matanya yang sipit. Mata kucingnya memberinya getaran misterius namun mendalam.


5. Tzuyu

Chou Tzu-yu adalah penyanyi Taiwan dan anggota termuda dari girl grup Korea Selatan 'Twice'. Tzuyu adalah salah satu idola wanita paling cantik dalam sejarah K-pop dan melanggar standar kecantikan regresif ini dengan bibir yang bervolume dan tipis berwarna merah muda.


6. Doyeon

Kim Do-yeon adalah anggota dari grup wanita Korea Selatan 'WJMK, kependekan dari Wuju Meki, dan telah membintangi banyak acara televisi Korea yang luar biasa. Doyeon mengalahkan standar kecantikan jembatan hidung lurus yang tinggi dengan jembatan hidung lebar dan aura menggoda. Banyak orang telah memilih operasi hidung tetapi Doyeon bangga dengan fitur spesialnya. Dia adalah orang termuda yang menjadi sampul majalah Cosmopolitan pada usia 21.


7. Nayeon

Im Na-yeon adalah anggota tertua dari girl grup Korea Selatan 'Twice' dan melanggar standar kecantikan yang tidak masuk akal dari gigi sejajar dengan gigi kelincinya


https://cantik.tempo.co/read/1477464/jennie-blackpink-dan-7-idola-k-pop-yang-mendobrak-standar-kecantikan-korea/full?view=ok

https://ultimagz.com/lifestyle/ketahui-alasan-ketatnya-standar-kecantikan-di-industri-k-pop/

Judul : Pendangkalan Gerakan Politik Perempuan

Tema : Politik

Narasumber : Dian Kartikasari

Pendangkalan Gerakan Politik Perempuan



Awalnya, Meme yang silih berganti diunggah netizen tentang kelakuan aneh dan kocak ibu-ibu berjudul "emak-emak ini memang kocak", "dasar emak-emak", dan "emak-emak zaman now" selalu viral dalam jadi gurauan netizen. Lalu, muncullah judul "The Power of emak-emak" menjadi julukan bagi kaum ibu yang bertingkah unik lucu bahkan melanggar aturan.

Pendek kata The Power of emak-emak menggambarkan berbagai kisah kaum ibu yang bertingkah di jalanan dengan motornya. Begitu seringnya Mimi dan video The Power of emak-emak viral, di 2017 muncullah sinetron bergenre drama komedi berjudul The Power of emak-emak di sebuah televisi swasta.

Video tentang emak-emak yang viral karena aksi mereka sebagai raja jalanan ini juga menggambarkan betapa polisi tak berdaya menghadapi emak-emak yang melakukan berbagai pelanggaran di jalan raya. Kisah-kisah lucu, konyol, dan kadang memalukan ini pun akhirnya menginspirasi beberapa ibu di sejumlah daerah titik video paling viral adalah seorang ibu di Kudus yang berdebat dengan polisi meski salah sampai menggigit polisi saat akan ditilang titik.

Setelah beberapa bulan vakum, sinetron The Power of emak-emak muncul kembali di layar TV swasta lainnya. Lain dengan sinetron sebelumnya, sinetron kali ini menyampaikan pesan relasi gender antara suami dan istri dalam rumah tangga titik kisah para emak-emak yang harus selalu benar di mata orang-orang, terutama di mata bapak-bapak. Walaupun salah, para Mama tetap membela dirinya dengan berbagai macam alasan sekalipun itu alasannya sangat klasik dan tak masuk akal. Selain itu Mama ini sanggup berhadapan dengan geng motor dan menuntut persamaan hak untuk boleh bertugas ronda malam.

Adegan-adegan nya memang lucu mengocok perut, tetapi sungguh, ini adalah Satir yang menjungkirbalikkan realitas sosial ketimpangan gender yang selama ini menunjukkan perempuan sebagai sosok yang lemah di bawah kekuasaan suami, kini menjadi penguasa rumahtangga, penguasa Kampung, dan penguasa jalanan.

Politik representasi dan politisisasi

Gambaran sosok perempuan yang militan, Setia tanpa syarat,ngeyel, dan berani pun akhirnya menarik minat partai politik untuk menjadikan perempuan-perempuan The Power of emak-emak sebagai "aset" untuk pemenangan Pemilu sekaligus menjadi peluru penyerang lawan politik. Permak Bodi (persatuan emak-emak untuk Prabowo-Sandi) merupakan salah satu perwujudan kelakuan perempuan The Power of emak-emak sebagai aset untuk mendukung pemenangan pemilu. 

Fakta yang berbeda tentang The Power of Mama muncul dalam pilkada Jawa Timur (Jatim). 10 perempuan menghimpun kekuatan untuk pemenangan Pilkada Jatim. Lima kepala daerah, yaitu walikota Surabaya, Walikota Probolinggo, Walikota batu, Bupati Kediri, dan Bupati Jember, mendukung 5 perempuan calon kepala daerah, yaitu calon gubernur Jatim, calon Bupati Probolinggo, calon Bupati Jombang, calon walikota Mojokerto, dan calon Bupati Bojonegoro.

Fakta ini menunjukkan besarnya kekuatan perempuan, dan pencitraan terhadap perempuan, menjadikan perempuan dapat diorganisasi atau bahkan dimobilisasi dan dimanfaatkan untuk memenangkan kekuasaan bagi calon penguasa laki-laki maupun perempuan. Pada tataran inilah kita perlu kritis melihat fenomena The Power of emak-emak sebagai gerakan politik atau sebagai alat pemenangan politik Semata. Gerakan politik perempuan memiliki visi yang jelas, yaitu meningkatkan representasi politik perempuan untuk perubahan kebijakan, program, dan alokasi anggaran untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender serta Kesejahteraan Sosial bagi Seluruh masyarakat.

Dalam konteks Pilkada Jatim, Jika dilihat dari upaya peningkatan representasi politik perempuan dan tawaran program dan kebijakan dari calon kepala daerah, jelaslah gerakan ini ini merupakan pengorganisasian kekuatan politik perempuan untuk kesetaraan dan keadilan jender serta kesejahteraan. Tetapi dalam konteks Pilpres, di mana The Power of emak-emak tak lebih dari alat politik pemenangan, tanpa pengetahuan dan kesadaran tentang program dan kebijakan pihak yang mendukung Dapatkah ini disebut gerakan politik kaum emak atau perempuan? Sejatinya, pemanfaatan perempuan sebagai pengumpul suara untuk pemenangan ini tak lebih praktik Pendangkalan makna gerakan politik perempuan.

Pendangkalan makna gerakan politik perempuan yang paling signifikan terletak pada penggantian kata "perempuan" menjadi "emak". Benar, sebagaimana disebutkan Sita aripurnami, emak atau Ibu adalah dua kata yang merupakan panggilan perempuan bisa oleh anaknya ataupun pihak lain untuk lebih menaruh hormat kepada perempuan itu. Tetapi, dibalik kata "emak" atau "Ibu" melekat makna status perkawinan ataupun status sosial tertentu. Apabila gerakan politik perempuan digantikan dengan gerakan politik (atau Ibu) gerakan ini hanya menjadi milik dan memberi peluang bagi perempuan, dengan status perkawinan atau status sosial tertentu. Perempuan dalam status tak kawin, atau tak terhormat, tak dapat menjadi bagian atau memperoleh manfaat dari gerakan ini.

Dari kronologi gerakan, gerakan Suara Ibu Peduli (SIP) jelas sangat jauh berbeda dengan Gerakan Peningkatan Representasi Politik Perempuan (GPRPP) sangat jauh berbeda lagi jika dibandingkan dengan The Power of emak-emak. Dilihat dari aktor atau pelakunya, SIP bukan gerakan yang digagas dan dilakukan oleh kaum ibu atau emak. Gerakan ini murni gerakan yang digagas dan dilakukan oleh aktivis perempuan. Penggunaan kata "ibu" saat itu semata-mata Strategi politik untuk keamanan pelaku gerakan dan agar rencana berjalan mulus.  Saat itu kata "ibu" dipandang setara dengan kata "wanita" yang digunakan Orde Baru yang di baliknya bermakna status tertentu perempuan.

Dilihat dari tujuan akhirnya, SIP sebagai gerakan yang terinspirasi dari peristiwa Plaza De Mayo merupakan gerakan untuk menumbangkan kekuasaan yang militer dan otoriter. Sementara Isu "susu" hanyalah isu pilihan, yang dipandang dan diperhitungkan sebagai isu yang akan mendapat respon luas. GPRPP sesungguhnya merupakan generasi kedua, setelah SIP dengan konteks yang berbeda pula. Jika SIP bergerak dalam konteks politik diktator dan militeristik, GPRPP dilakukan dalam konteks politik yang demokratis dan responsif terhadap ketimpangan jender.

Representasi politik untuk kesejahteraan dan keadilan jender

Benar bahwa peningkatan representasi politik perempuan ditujukan untuk mendorong perubahan kebijakan, program, dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada perempuan, anak, dan masyarakat luas. Terutama mereka yang lemah dan miskin. Benar pula bahwa alokasi anggaran pemberdayaan perempuan pada APBN 2018 hanya Rp 553,8 miliar atau 0,249 persen dari total belanja APBN 2019 karena tugas dan fungsi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah perumusan kebijakan untuk kesetaraan jender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Bukan Kementerian teknis.

Senyatanya, alokasi anggaran pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tak hanya ada pada satu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ini karena gender budget atau resminya disebut Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) telah dipraktikkan meski kerangka hukumnya masih sangat lemah.

Alokasi anggaran pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam APBN 2018 juga tercermin pada alokasi anggaran Program Keluarga Harapan yang menyasar 10 juta keluarga, alokasi anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN) yang menyasar 96 juta jiwa, peningkatan anggaran kesehatan mencapai 5 persen dari total belanja APBN, alokasi pendidikan mencapai 20 persen, transfer ke daerah mencapai 26 persen, dan transfer ke desa mencapai hampir 10 persen. Di semua item alokasi anggaran tersebut terdapat anggaran untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Semuanya itu dicapai karena adanya 18 persen perempuan di DPR dan 9 menteri perempuan di kabinet dan kerja sama di antara keduanya. Sepakat bahwa masih sangat penting meningkatkan keterwakilan politik perempuan  mencapai ambang batas minimal 30 persen perempuan di parlemen, eksekutif dan semua lembaga pengambilan keputusan, agar kita bisa menjadikan kemiskinan dan ketimpangan tinggal sebagai sejarah.

Namun, penulis sangat prihatin dengan replikasi aksi The Power of Emak-emak karena di balik aksi tersebut, seperti meme-meme dan sinetronnya, ada pencitraan negatif yang disematkan pada perempuan. Citra perempuan keras kepala, otoriter, ngeyel, mau menang sendiri, tak mengakui kesalahan, dan melanggar hukum. Sungguh, citra yang sangat buruk bagi perempuan dan merugikan bagi gerakan perempuan.





Minuman Dingin Kemasan

  Minuman Dingin Kemasan Pelepas Dahaga yang Membara Teriknya matahari di Kota Pangkalpinang sekarang ini, tidak mampu untuk kita menahan da...